Strategi Pengelolaan Konten Tiktok Lembaga Sensor Film RI dalam Meraih Engagement Rate

Main Article Content

Amalia Rizky Indah Permadani
Nurudin Nurudin

Abstract

The Indonesian Film Censorship Institute (LSF) is a government agency that operates in the field of film censorship. This institution has the authority to censor films, film advertisements, examine themes, scenes, text, sound and images before they are released, shown or shown to the public. LSF also has the task of conducting outreach to the public through social media, one of which is Tiktok LSF RI which aims to convey information, education and the Independent Censorship Culture campaign. Tiktok LSF RI is operated by the Chair of the LSF New Media Sub-Commission. The aim of this research is to determine content management strategies to achieve engagement levels and so that messages can be conveyed to the audience. This study used descriptive qualitative method. Data collection was carried out through observation, documentation and interviews. The research was conducted for 2 months at LSF RI Jakarta. As a result of this research, the Publication Team succeeded in increasing the engagement rate by 3.13% in a period of three months, the content was more thematic, conceptual, relatable, entertaining, the selection of talent had good visuals and matched the content idea, and had video quality with the best resolution. Their strategy in managing LSF social media content is through planning, activation and monitoring and optimization.


Abstrak


Lembaga Sensor Film (LSF) RI merupakan instansi pemerintah yang bergerak di bidang penyensoran film. Lembaga ini berwenang untuk melakukan sensor film, iklan film, memeriksa tema, adegan, teks, suara dan gambar sebelum diedarkan, dipertunjukkan maupun ditayangkan kepada khalayak. LSF juga punya tugas untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui media sosial, salah satunya adalah  Tiktok LSF RI yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, edukasi dan kampanye Budaya Sensor Mandiri. Tiktok LSF RI dioperasikan oleh Ketua Sub Komisi Media Baru LSF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengelolaan konten untuk meraih engagement rate serta agar pesan dapat tersampaikan ke audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian dilakukan selama 2 bulan di LSF RI Jakarta. Hasil dari penelitian ini, Tim Publikasi berhasil meningkatkan engagement rate sebesar  3,13% dalam kurun waktu tiga bulan, konten lebih tematik, terkonsep, relatable, menghibur, pemilihan talent bervisual bagus dan cocok dengan ide konten, serta memiliki kualitas video dengan resolusi terbaik. Strategi mereka dalam mengelola konten media sosial LSF yaitu melalui perencanaan, aktivasi dan pengawasan dan optimalisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Permadani, A. R. I., & Nurudin, N. (2023). Strategi Pengelolaan Konten Tiktok Lembaga Sensor Film RI dalam Meraih Engagement Rate. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(2), 252-261. https://doi.org/10.33366/jkn.v5i2.421
Section
Articles

References

Al-Hakim, Z. T., & Sastika, W. (2021). Analisis penerapan content video pada media sosial instagram di umkm merdeka motor kabupaten garut tahun 2021. EProceedings of Applied Science, 7(6).

Arifianti, N., & Adiarni, N. (2020). Pengelolaan Media Sosial pada Usaha XYZ. Agribusiness Journal, 13(2), 1–7.

Delicia, C., & Paramita, S. (2022). Konten tiktok untuk meningkatkan umkm di masa pandemi covid-19 (studi kasus rude basic dan agate deluxe). Koneksi, 6(1), 218–225.

Dewi, T. N., & Nurudin. (2022). Perilaku Komunikasi Komunitas Kpopers Palangka Raya dalam Loyalitas pada Idola. Jurnal Komunikasi Nusantara, 4(1), 78–88.

D’souza, D. (2023). TikTok: What It Is, How It Works, and Why It’s Popular. Investopedia. Accessed May, 10, 2023.

Evendi, A. P. (2023). Strategi Pemasaran Digital Melalui Tiiktok Pada Industri Busana Brand Pakaian Kasyalia Di Kota Bandung [Tesis]. Universitas Pasundan.

Indonesia, R. (2004). Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004. Tentang Pemerintah Daerah.

Mahmudah, S. M., & Rahayu, M. (2020). Pengelolaan konten media sosial korporat pada instagram sebuah pusat perbelanjaan. Jurnal Komunikasi Nusantara, 2(1), 1–9.

Nurhayati, N., & Islam, M. A. (2022). Perancangan Konten Media Sosial Tiktok Sebagai Media Promosi Dedado Batik Di Surabaya. BARIK, 3(2), 112–124.

Rizaty, M. A. (2023, September 27). Pengguna TikTok Indonesia Terbesar Kedua di Dunia. DataIndonesia.Id. https://dataindonesia.id/internet/detail/pengguna-tiktok-indonesia-terbesar-kedua-di-dunia-pada-juli-2023

Rozaq, M., & Nugrahani, R. U. (2023). Penggunaan Platform Video Pendek Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Digital untuk UMKM. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(1), 21–30.

Salma, D. A., & Albab, C. U. (2023). Strategi Konten TikTok@ jpradarsemarang dalam Meningkatkan Engagement. Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 5(2), 163–166.

Sari, R. P., & Dewi, N. R. (2022). How Tokopedia Ads Exploits Call to Action Behaviour on Indonesia Marketplace Customers. Proceeding of International Conference on Business, Economics, Social Sciences, and Humanities, 5, 346–352.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (S. Y. Suryandari, Ed.; 3rd ed.). Alfabeta.

We Are Social. (2023). Special Report Digital 2023. Wearesocial.Com.

Weimann, G., & Masri, N. (2021). TikTok’s spiral of antisemitism. Journalism and Media, 2(4), 697–708.